Ling Ling LingLung
Starring : Putri Titian, Irshadi Bagas, Winda Ria, Him Damsik, Bregas Rizky, Reza Pahlevi
Genre : Drama-Komedi, Cookies
Tayang : Senin-Jumat, 14-18 Februari 2008
Pukul : 16.30 – 17.30 sore
Re-Run : 19-20 Februari 2008, jam 08.00 pagi
Production House : FrameRitz
Stasiun TV : SCTV Satu Untuk Semua
Sinopsis :
Ling Ling (Putri Titian) adalah cewek 12 tahun yang tinggal dengan KungKungnya (Him Damsik) . Ling Ling amat ceroboh dan linglung. Waktu terlambat ke sekolah, dia lupa memakai rok kotak-kotak dan membawa baju olahraga. Dia juga sering lupa membuat PR dengan mengatas namakan ke-linglungannya itu. Namun, Ling Ling adalah anak yang baik hati dan tidak sombong. Ling Ling memiliki 2 teman akrab. Aji (Irshadi Bagas) dan Rany. Aji adalah cucu dari mbah Wira, pelanggan tetap toko jamu KungKung Ling Ling. Mbah Wira sering menyuruh Aji untuk mengambilkan jamu ke tempat Ling Ling. Ling Ling yang sering kesal dengan sikap “ember” Aji, terkadang tidak suka apabila Aji datang. Pasalnya, Aji pernah mengadukan Ling Ling yang membolos menjaga toko dan pergi bermain, ke KungKung. KungKung marah besar pada Ling Ling dan Ling Ling menyalahkan Aji yang ember. Sedangkan Rany adalah teman sebangku Ling Ling di sekolah. Rany sangat baik padanya, suka mengingatkan PR, dan membentu Ling Ling apabila dalam kesulitan. Ling Ling sangat asing dengan barang-barang cewek, karena Mami Ling Ling sudah meninggal dunia. Jadi Ling Ling hanya tinggal dengan KungKungnya.
Ling Ling juga benci dengan matanya. Ling Ling tidak suka mempunyai mata sipit. Ody (Reza Pahlevi) suka mengejeknya karena mata sipitnya itu. Ling Ling berpendapat apabila matanya belo, dia akan tambah cantik. Ling Ling punya kenalan di sebuah salon kecantikan. Namanya Ce Lilin. Di sana, Ling Ling ingin sekali membuat garis mata yang akan membuat matanya tambah besar. Ling Ling sangat senang. Dengan begini dia ga akan diejek “mata sipit” lagi oleh Oy dkk. Tapi Ling Ling punya masalah, dia ga punya duit. Kalau minta sama KungKung pasti ga dibolehin. Akhirnya dengan sedih, Ling Ling mengurungkan niatnya membuat garis mata. Untuk mengobati kekesalannya, sepulang sekolah dia mengajak Rany ke toko kosmetik untuk membeli pensil alis seharga “goceng” untuk menggambar garis di matanya.
Di sekolah, Ling Ling mempunyai teman atau lebih bisa disebut musuh yang menyebalkan. Rara namanya. Rara itu suka sama Aji dan cemburu karena Aji lebih memperhatikan Ling Ling daripada dia. Maka dari itu Rara selalu senewen apabila bertemu Ling Ling. Ling Ling yang udah dari sononya keras kepala ga trima di senewen-in sama Rara. Jadilah mereka perang mulut melulu tiap kali ketemu plus jambak-jambakan. Suatu hari, Ling Ling disuruh ikut KungKungnya ke rumah Mbah Wira. Tadinya Ling Ling ga mau karena pasti ketemu Aji. Tapi KungKungnya memaksa dan akhirnya Ling Ling mau juga. Sesampainya di rumah mbah Wira, mereka bertemu Aji yang akan pergi latihan Wushu. Tak alang KungKung menyuruh Ling Ling ikut dengan Aji ke tempat latihan Wushu-nya. Ling Ling jelas aja Ogah. Lagi lagi KungKung memaksa, katanya “daripada Ling Ling dengerin orang tua ngobrol”. Mau tak mau Ling Ling terpaksa mengikuti Aji. Sepanjang jalan Ling Ling dan Aji terus bertengkar samapai Ling Ling jatuh dari sepeda onthelnya. Saat di tempat Wushu, Ling Ling mengalami jatuh cinta pada pandangan pertamanya dengan Lou Se yang di luar dipanggil Koh In We. Ling Ling langsung berminat ikut Wushu dan mendaftar pada AJi. Aji heran dan langsung GR menganggap Ling Ling ikutan wushu karena mau dekat-dekat dia.
Setelah merengek-rengek pada KungKungnya, akhirnya Ling Ling diperbolehkan ikut latihan Wushu. Ternyata Ling Ling sangat pintar dan mampu mengikuti semua gerakan wushu dengan sangat baik, dan ini membuat Koh In We kagum padanya. Rara ternyata mengetahui Ling Ling ikut Wushu di tempat yang sama dengan Aji dan Koh In We mengajar. Ternyata Rara dalah adik dari pacar Koh In We,mbak Anggi. Rara yang manja langsung meminta pada Koh In WE untuk mengikutsertakan dia. Dimulailah latihan Wushu Rara dan Ling Ling. Di hari pertama saja mereka udah berantem. Suatu hari, Koh In We menyuruh Ling Ling mempraktekan ajaran yang sudah diajarkan selama ini. Dia juga mencari lawan yang tepat untuk Ling Ling. Rara yang masih amatir langsung bersedia menjadi lawan Ling Ling. Awalnya Koh In We ragu2, namun akhirnya dia menyetujui. Di Akhir pertandingan, Rara memfitnah Ling Ling curang karena menggunakan sikut. Ling Ling yang tidak tahu apa2 menjadi gelisah. Koh In We sangat marah dan menskors Ling Ling dari latihan Wushunya.
Hari-hari berlalu dan akhirnya Ling Ling mulai “dapet”. Ini dimulai dari munculnya jerawat di wajahnya. Ling Ling langsung bercerita pada Rany dan Rany menyarankan untuk bertemu mamanya. Mama Rany memberikan Ling Ling pembalut dan menyuruh Ling Ling membawanya pulang. Esok harinya di sekolah, Ling Ling yang tidak membuat tugas Bhs. Inggris dihukum oleh Bu Lia di depan kelas. Beberapa menit kemudian, dia pingsan dan membuat cemas Rany dan AJi. Aji yang mencoba berbicara dengan Ling Ling dimarahi Ling Ling lagi. Ling Ling menganggap Aji tidak percaya soal pertandingannya dengan Rara kemarin. Aji yang sedih bertekad mengatakan yang sebenarnya pada Koh In We. Setelah tahu yang sebenarnya Rara mengira bahwa Ling Ling yang mengadu pada Koh In We. Lagi lagi Rara dan Ling Ling bertengkar di sekolah. Kali ini Rany dan Aji turun tangan. Pernyataan Aji membuat Rara tutup mulut dan mau minta maaf pada Ling Ling.
Koh In We ternyata sangat baik pada Ling Ling. Dan Koh In We juga orang pertama yang mengatakan mata Ling Ling seperti bulan sabit. Keadaan ini membuat cemburu mbak Anggi dan dia marah pada Koh In We. Hubungan mereka terancam bubar. Koh In We sangat sedih dan menganggap mbak Anggi konyol karena cemburu pada Ling Ling. Di suatu malam berhujan, akhirnya Ling Ling mengetahuui kenyataan bahwa Koh In We punya pacar. Ling Ling yang shock langsung pingsan saat itu juga. Hal ini membuatnya tak bersemangat dan murung. Dia juga enggan latihan wushu lagi. Padahal dulu nilai Ling Ling sempat jeblok karena sering kali latihan wushu. Ling Ling juga hampir diikutkan ke Kompetisi Wushu Junior. Tapi, Ling Ling sadar bahwa sekolah adalah yang penting dan mulai rajin mengerjakan tugas tugasnya. Tapi Ling Ling tetap tidak bisa melupakan Koh In We. Di hari ulang tahunnya yang ke-13, Ling Ling bertekad untuk berubah dan pergi ke salon Ce Lilin untuk mendiskusikan soal garis mata itu. Ling Ling sangat kaget begitu tau kalau Ce Lilindan rekan2nnya ditangkap polisi karena ketauan mengadakan praktek gelap dan kliennya meninggal. Ling Ling sangat takut dan berlari pulang. Di jalan Ling Ling bertemu Koh In We dan mereka berbicara banyak. Akhirnya Koh In We sadar akan perasaan Ling Ling padanya dan mengatakan bahwa dia sayang pada Ling ling sebagai adik. Koh In We dulu punya adik yang sangat mirip dengan Ling Ling dan dia sangat menyayanginya. Sayang adik Koh In We itu meninggal dunia. Sehingga Koh In We menganggap Ling Ling sebagai adiknya. Dari pembicaraannya dengan Koh In We, Ling Ling belajar banyak. Ling Ling sadar dia harus bersyukur pada apa yang telah diberikan padanya dan ingin menjadi dirinya sendiri.
* Selesai *
hmmm…. menurut saya mah…
ending nya kurang bagus, mestinya pacaran ama aji
ada terusannya dikit (saya kira sih gitu)
tapi gpp denk, keren²…
sukses slalu y tian ^_^V
hmmmm….
pokona mah klo putri yang main,pelm apapun itu bagi gw is the best dah,,,,,,,,
sukses slalu put,
gw akan slalu menunggu film terbaru lo,,,,,,,,,,,,,
btw put,add gw donkz,ni fs gw:raita.chan@yahoo.co.id
@Berry : emang endingnya kurang mendukung, sayang banget. Padahal akting Tian bagus kali di sini
wah pokoya bagus banget deh
ceritanya memang bagus tapi ada yg kurang sedikit dalam ceritanya
WAH…..HA…..HA………….. HAIYA ENTE JANGAN CEMBERUT GITU AHHH!SALAM KNL NAMA ANE TIANNA VEGA.TAPI NAMA ENTE KOK LING LING SIH,KNP NGAK LIHUANG ATAU YANG LAINNYA
hmm… tapi tetep mau ending bagus apa enggak…
klo dia maen akting nya ga pernah gagal…
keren abis, terpercaya, PD, wah bagus lah pokoknya mah…
fhu…fhu…fhu…
sukses slalu deh pasti di doa-in truZ
btw klo mau liat gwa, liat aja di nu_garoblog@yahoo.com